Jumat, 07 Juni 2013

Proses Kreatif Penulisan MESIR SUATU WAKTU

MESIR SUATU WAKTU


Alhamdulillah naskah travelling yang kutulis bersama adikku lulusan AlAzhar Kairo Mesir, menjadi pemenang naskah favorit dalam sebuah lomba/audisi yang diadakan oleh Penerbit Grasindo. 
Doakan semoga semua prosesnya lancar hingga nanti hadirnya di toko buku dan tangan teman-teman pembaca semua ya. 
Insya Allah dan mudah-mudahan membawa berkah bagi kami juga pembaca. Di sana ada tawa, suka,duka, cinta. Kaya pengalaman traveling mengunjungi seluruh pelosok negeri Anbiya dan bumi seribu menara. Perjalanan yang menumbuhkan banyak persahabatan juga memperoleh banyak ilmu. 

Berikut curhatan dari rekan duet nulisku di MESIR SUATU WAKTU, yaitu adikku sendiri: Rabia Adawiyah:
Tanpa basa-basi. Seminggu setelah kepulanganku dari Mesir, tiba-tiba mbak Dian, kakak pertama, mengungkapkan sebuah gagasan yang telah lama dipendamnya. Kolaborasi menulis sebuah karya bersamaku. Aku tentunya sangat antusias. Ingin mengikuti jejaknya menorehkan sejarah plus mengukir indah kenangan yang tersimpan di benak, plus terlalu berharganya perjalanan yang telah kutiti jika hanya tersimpan, tanpa dibagi.
Salah satu yang sangat mendorongku, ketika mbak Dian menuliskan cerita yang bersumber dariku, jadinya that’s really not me, but everyone knows it’s absolutely her.
Dengan keahliannya yang sudah cukup lama bergumul dengan tulis-menulis, mbak Dian membuatkan kerangka novel. Dan karena berlatar belakang pendidikan di Mesir, pastilah referensinya aku. Dengan angan-angan yang setinggi langit tentang  ini, maka mulailah hari itu aku menulis.
Dalam tiga hari, aku hanya bisa menyelesaikan satu judul pembuka. Kemudian menemui jalan buntu karena tak mampu mengungkapkan gambaran yang ada di otak. Maka kuputuskan berhenti ementara sambil menyelesaikan sebuah tugas yang memang lebih urgen.
Awal April kembali aku menulis. Dan pasang surut semangat ternyata lebih parah dari air laut. Berhari-hari di depan layar, dan banyak sisanya yang lebih memilih menghindar. Beberapa kali jalan cerita harus kami rombak karena makin tak jelas juntrungnya.
Tengah Juni, keyakinan terpatri. Setelah membaca buku-buku menakjubkan koleksinya. And finally, please welcome.

Terima kasih Grasindo. Terima kasih guru-guru kami. Terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman semua. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar